Sampah Terpilah, Kompos Terolah : Langkah Kecil Manfaat Besar

  • Jul 21, 2025
  • Adin Pangayom, S.Pd

Dalam rangka mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan produktif, Tim KKN Desa Kranggan FMIPA Universitas Brawijaya 2025 mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah organik dengan cara sederhana namun berdampak besar, yaitu melalui pembuatan kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan dari pelapukan bahan-bahan alami seperti sisa tanaman, sisa makanan, dan kotoran hewan yang diproses dengan bantuan mikroorganisme.

Penggunaan kompos sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia. Selain itu, kompos juga menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi volume sampah organik di desa.

Langkah-langkah pembuatan kompos sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja:

  1. Cacah atau potong kecil sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan dedaunan.
  2. Masukkan ke dalam wadah (kompos bag) atau lubang kompos, lalu campur dengan tanah.
  3. Tambahkan EM4 untuk mempercepat proses pembusukan.
  4. Diamkan dan aduk secara berkala agar proses pengomposan berjalan optimal.

Ciri-Ciri Kompos yang Siap Pakai:

  • Warna gelap cokelat tua hingga kehitaman.
  • Berbau tanah segar, tidak menyengat atau busuk.
  • Teksturnya gembur, tidak terlihat bentuk sampah aslinya.

Dengan memulai langkah kecil dari rumah masing-masing, masyarakat desa dapat turut serta menjaga lingkungan, memanfaatkan limbah organik secara bijak, dan menghasilkan pupuk alami yang berguna bagi pertanian desa.