Science Day : Eksperimen Gunung Berapi

  • Jul 21, 2025
  • Adin Pangayom, S.Pd

Dalam rangka meningkatkan minat belajar sains sejak dini, Tim KKN Desa Kranggan FMIPA Universitas Brawijaya 2025 menggelar kegiatan Science Day di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Salah satu eksperimen menarik yang disajikan adalah simulasi letusan gunung berapi menggunakan bahan-bahan sederhana yang aman untuk anak-anak. 

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan siswa sekolah sekitar yang antusias mengikuti jalannya eksperimen. Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, tim KKN menjelaskan proses letusan gunung berapi secara ilmiah, kemudian mempraktikkannya langsung di hadapan peserta. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mengenalkan sains dengan cara yang menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak terhadap ilmu pengetahuan, dan mengedukasi siswa tentang fenomena alam dengan cara sederhana. 

Eksperimen ini menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan antara lain:

  • Soda kue (baking soda)

  • Cuka

  • Pewarna makanan (merah atau oranye untuk menyerupai lava)

  • Sabun cair

  • Botol plastik kecil

Langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Persiapan Gunung Mini: Botol plastik diletakkan di tengah, lalu dibentuk menyerupai gunung dengan tanah liat atau kertas koran. Bagian atas botol dibiarkan terbuka sebagai kawah.

  2. Pengisian Bahan: Soda kue dimasukkan ke dalam botol terlebih dahulu.

  3. Penambahan Warna dan Sabun: Beberapa tetes pewarna makanan dan sabun cair ditambahkan untuk mempercantik dan membentuk busa lava.

  4. Letusan Dimulai: Cuka dituangkan ke dalam botol, menghasilkan reaksi kimia yang membentuk gelembung dan semburan mirip letusan gunung berapi.

Hasil dari reaksi antara soda kue (basa) dan cuka (asam) menghasilkan karbon dioksida yang menciptakan efek letusan seperti gunung berapi. Anak-anak tampak sangat antusias dan kagum melihat ‘lava’ berwarna merah menyembur keluar dari gunung buatan.

Dengan adanya eksperimen ini, kami ingin membuktikan bahwa belajar tidak harus membosankan. Dengan cara sederhana ini, anak-anak bisa memahami proses ilmiah sekaligus bermain dengan aman.