Menguatkan Budaya Sekolah Ramah Anak di SDN 01 Kranggan melalui Program CERDAS “Cegah Risiko dan Edukasi Masyarakat Desa”, Mahasiswa PKM FH UB Kelompok 9 Gelar Edukasi Pencegahan Bullying
- Jul 18, 2026
- Adin Pangayom, S.Pd
Kranggan, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Kelompok 9 Dusun Kranggan menyelenggarakan Program CERDAS (Cegah Risiko dan Edukasi Masyarakat Desa) dengan mengusung tema "Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah" yang bertempat di SDN 01 Kranggan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Melalui kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif, mahasiswa berupaya menanamkan nilai saling menghargai, empati, serta keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan bullying sejak usia dini.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 dan diawali dengan persiapan panitia sejak pukul 07.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan registrasi peserta. Acara resmi dibuka oleh pembawa acara, Nadya Aurelia Arifin, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Kelompok 9 PKM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Imroatul S.Pd. selaku Kepala SDN 01 Kranggan yang menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap pelaksanaan Program CERDAS sebagai upaya menanamkan kesadaran mengenai pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk "Stop Bullying: Jadilah Pelindung, Bukan Perundung" yang disampaikan oleh Tria Ellisya Tantri. Setelah sesi penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi melalui sesi tanya jawab, kemudian mengikuti kegiatan ice breaking yang bertujuan memperkuat pemahaman materi sekaligus meningkatkan partisipasi aktif siswa. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan kegiatan.
Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang sederhana, contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta diselingi interaksi sehingga peserta lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif, siswa diajak untuk mengenali perilaku yang termasuk bullying sekaligus membangun keberanian untuk saling menghormati, membantu teman, dan berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.
Pelaksanaan Program CERDAS diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga sekolah. Bagi mahasiswa PKM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui edukasi hukum dan sosial kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, Program CERDAS diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam menumbuhkan budaya anti-bullying serta membentuk karakter peserta didik yang saling menghargai, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama.